PERAYAAN NATAL TERUNIK DI DUNIA
Hari Natal adalah hari yang paling ditunggu tunggu umat Nasrani di
berbagai belahan dunia. Hari Natal dirayakan serempak diseluruh penjuru
dunia tanggal 25 Desember setiap tahunnya. Berbagai tempat dibelahan
bumi ini masyarakatnya merayakannya dengan semarak dan penuh hikmat.
Lain tempat lain pula suasana dan pesta perayaannya. Artikel ini akan
membahas Perayaan Natal yang Unik di Beberapa Wilayah Dunia di dunia.
2. Pinata Khas Meksiko
4. Tradisi Negeri Ginseng
Hari raya Natal di Jepang kalah pamornya dibandingkan dengan hari raya
Tahun Baru. Di sana, Tahun Baru dianggap lebih penting daripada hari
Natal. Tetapi meskipun hari Natal juga diperingati dengan cukup meriah
di Jepang, baik dengan tukar-menukar kado, makan malam bersama, maupun
memasang pohon Natal, semua itu hanya didasari pada rasa ketertarikan
pada tradisi negara-negara Barat dalam merayakan Natal.
http://poastx.blogspot.com/2011/12/perayaan-natal-yang-unik-di-beberapa.html
1. Natal Ala Pinoy di Philipina
Orang Filipina sangat menyukai Natal. Bayangkan saja lagu-lagu Natal
sudah berkumandang sejak bulan September lalu. Pada tanggal 16 hingga
24 Desember pagi diadakan sebuah acara Misa khusus yang disebut “Missa
de Gallo“. Seusai Misa, biasanya disediakan berbagai sajian khas daerah
yang terbuat dari beras. Setelah Misa dimalam Natal, warga Filipina
biasanya berkumpul untuk menikmati makan malam bersama. Menunyapun
cukup mengundang selera, yaitu babi panggang utuh, daging asap, aneka
keju serta masakan lainnya. Ini adalah saat dimana keluarga berkumpul
untuk memohon kesehatan dan keselamatan bagi setiap orang. Lalu hadiah
Natal-pun dibuka dengan suka cita.
Orang Meksiko merayakan Natal dengan menggelar festival selama 9 hari.
Setiap malam tampil atraksi dari berbagai keluarga yang berbeda dengan
dipimpin oleh anak kecil yang membawa patung Yesus, Maria dan Tusuf
yang terbuat dari tanah liat. Mereka berjalan ke rumah-rumah yang
sedang melangsungkan pesta dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Sementara
itu, beberapa orang dari mereka berusaha memecahkan boneka (pinata)
dari tanah liat yang tergantung di langit-langit rumah, sehingga
seluruh peserta akan dihujani dengan berbagai permen dan hadiah dari
dalam boneka tersebut.
3. Jamuan Natal Negeri Kota Mode
Pada malam Natal, anak-anak di Perancis biasa meletakkan sepatu mereka
di depan parapian sambil berharap Sinterklas akan memenuhi sepatu
mereka dengan berbagai hadiah. Jamuan tengah malam di malam Natal
biasanya menyajikan daging yang disebut le reveillon. Secara bahasa,
Reveillon berarti bangun atau panggilan untuk untuk hari pertama.
reveilldimaksudkan sebagai simbol kebangkitan spiritual dalam arti
kelahiran Yesus. Daging tersebut biasanya disajikan bersama tiram,
sosis, arak, ham bakar, unggas panggang, salad, buah-buahan dan kue
tar. Di Perancis Selatan ada satu tradisi unik, dimana Pie dan Kue
Daging Natal (pain calendeau) dipotong secara bersilang dan dimakan
hanya setelah bagian yang pertama diberikan kepada kaum papa.
Anak-anak di Korea mempunyai tradisi sendiri dalam merayakan Natal,
yaitu dengan saling memberi kartu Natal. Tidak peduli berapa banyak
teman sekolah atau teman bermain, mereka akan mengirim dan membalas
semua kartu yang mereka terima. Bahkan, anak-anak itu memilih untuk
melewatkan jam tidurnya agar bisa membalas kartu-kartu tersebut.
Uniknya, setiap kartu memiliki isi yang berbeda. Ini menunjukkan
bagaimana mereka mengekspresikan perasaan mereka pada setiap orang yang
mereka kenal.
6. Ritual Unik di Yunani
5. Natal Tanpa Salju di Negeri Kangguru
Tidak seperti suasana Natal yang seringkali digambarkan jatuh pada
musim dingin. Natal di Australia justru jatuh pada musim panas. Oleh
karena itu, banyak orang memilih merayakan Natal di kolam renang,
pantai atau pusat perbelanjaan. Permainan Kriket yang dimulai sesudah
Natal dan perlombaan perahu dayung dari Sydney ke Hobart di Pelabuhan
Sydney adalah acara yang paling dinantikan setiap Natal tiba. Namun
seperti layaknya Natal di negara lain, keluarga Nasrani di Australia
biasanya juga meluangkan waktu untuk berkumpul dan makan bersama di
malam Natal.
Di negeri yang terkenal dengan mitologi serta dewa-dewanya ini, tradisi
malam Natal biasanya menjadi saat dimana anak-anak untuk pergi ke
jalan-jalan sambil menyanyikan lagu-lagu Natal yang gembira. Mereka
memainkan drum dan alat musik lainnya untuk mengikuti irama lagu yang
mereka nyanyikan. Kadang-kadang mereka juga membawa kapal-kapalan yang
dihias dengan biji-bijian berwarna emas. Membawa sebuah kapal adalah
kebiasaan kuno di kepulauan Yunani. Biasanya jika anak-anak ini
menyanyi dengan baik, mereka akan diberi uang atau kacang, kembang gula
dan daun ara kering.
7. Go Green ala Santa Claus di Negeri Katulistiwa
Di Negara kepulauan yang dikenal dengan Zamrud Katulistiwa ini perayaan
Natal di suatu wilayah di Indonesia dirayakan dengan berbagai cara.
Puluhan Sinterklas menaiki sepeda dan berkeliling kota tanpa kenal
lelah untuk membawa bingkisan untuk dibagikan pada perayaan Natal di
taman kota.
Pemeran Sinterklas juga turun ke jalan dan melambaikan tangan menghibur
pengendara di lampu lalu lintas. Aksi Sinterklas tersebut adalah bagian
dari promosi sebuah Pusat perbelanjaan dalam rangka menyambut Hari Raya
Natal
8. Hari Natal di Negara Jepang
Banyak tradisi Barat dalam merayakan Natal yang diadopsi oleh orang
Jepang. Memang sudah merupakan kebiasaan orang Jepang untuk mencari
sesuatu yang menarik dari negara-negara Barat dan kemudian mengubahnya
menjadi sesuatu yang kental dengan khas Jepang. Selain tukar-menukar
kado, keluarga-keluarga Jepang juga makan kalkun pada hari Natal, dan
bahkan ada pohon Natal di beberapa tempat umum.
Mereka menghias rumah mereka dengan pohon cemara, dan puji-pujian Natal
dikumandangkan dengan sukacita di beberapa rumah. Sering kali, sebuah
ranting juga digantung di langit-langit rumah. Krans Natal digantung di
depan pintu sebagai simbol keberuntungan.
9. Hari Natal di Negara Tirai Bambu
Orang Kristiani di China merayakannya dengan pencahayaan rumah mereka
dengan lampion kertas yang indah dan menghias pohon Natal, dengan
rantai kertas, bunga kertas, dan kertas lentera.
Mereka menyebut pohon tersebut sebagai "Pohon Cahaya".
Pada saat Natal, anak-anak kristiani China menggantungkan stoking dan
menunggu kunjungan dari Santa Claus, yang mereka sebut Dun Che Lao Ren
yang berarti ‘Natal Old Man’.














Tidak ada komentar:
Posting Komentar